Perarakan Jenazah

Hartojo Andangdjaja

Kami mengiring jenazah hitam
depan kami kereta mati bergerak pelan
orang-orang tua berjalan merunduk diam
dicekam bayangan hitam
makam muram awan muram
menanti perarakan ini di ujung jalan

tapi kami selalu berebut kesempatan
kami lempar pandang
kami lempar kembang
bila dara-dara berjengukan
dari jendela-jendela di sepanjang tepi jalan:
lihat, di mata mereka di bibir mereka
hidup memerah bemerkahan

Begitu kami isi jarak sepanjang
antara rumah tumpangan dan kesepian kuburan

(1973)