Masuri S.N
Ini nasi yang kusuap
pernah sekali menjadi padi harap,
melentok dipuput angin pokoknya
kerap
tenang berisi tunduk menatap
Ini butir nasi yang kukunyah
sedang kutelan melalui tekak basah,
jadi dari darah mengalir
dalam badan gerak berakhir
Angin kencang mentari khatulistiwa
membakar raga petani di sawah
panas, hujan, dan tenaga masuk kira
dan nasi yang kusuap campuran dari
semua
Ini budi yang kusambut
pemberian lumrah
beranting dan bertaut,
ini nasi hasil dari kerja
kembali pada siapa yang
patut menerima
Jadi yang kumakan bukan
berasal dari nasi
tapi peluh, darah, dalam isi
mengalir pasti,
jadi kutelan bukan
berasal dari padi
tapi dari urat, dari nadi
seluruh Pak Tani
(Dalam Merenung Dalam, 2006)
Ini nasi yang kusuap
pernah sekali menjadi padi harap,
melentok dipuput angin pokoknya
kerap
tenang berisi tunduk menatap
Ini butir nasi yang kukunyah
sedang kutelan melalui tekak basah,
jadi dari darah mengalir
dalam badan gerak berakhir
Angin kencang mentari khatulistiwa
membakar raga petani di sawah
panas, hujan, dan tenaga masuk kira
dan nasi yang kusuap campuran dari
semua
Ini budi yang kusambut
pemberian lumrah
beranting dan bertaut,
ini nasi hasil dari kerja
kembali pada siapa yang
patut menerima
Jadi yang kumakan bukan
berasal dari nasi
tapi peluh, darah, dalam isi
mengalir pasti,
jadi kutelan bukan
berasal dari padi
tapi dari urat, dari nadi
seluruh Pak Tani
(Dalam Merenung Dalam, 2006)